Pengabdian Masyarakat Desa Bugel 27 Januari 2015 - Pelatihan Komputer Bagi Aparat Desa
Pelatihan Komputer Bagi Aparat Desa Bugel
Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi adalah pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Tasikmalaya bermaksud melaksanakan salah satu kewajiban tersebut yaitu pengabdian masyarakat. Hal ini dilaksanakan berkaitan dengan kepedulian Perguruan Tinggi akan perkembangan dan kemajuan teknologi khususnya di Indonesia yang belum dapat disetarakan dengan negara-negara maju.
Sumber daya manusia yang handal dan mampu untuk mengakses sumber-sumber informasi sangat dibutuhkan saat ini. Minimal SDM ini harus memiliki pengetahuan dasar tentang alat pengolah informasi yang canggih yang telah ada sejak beberapa dekade lalu dan semakin terasa perannya yaitu “Komputer”.
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Tasikmalaya yang merupakan salah satu perguruan tinggi komputer di Tasikmalaya merespon akan kebutuhan sumber daya manusia yang berpotensi bagi negara yang kita cintai ini terutama aparatur Desa, maka AMIK BSI Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan komputer bagi aparat desa di Desa Bugel Kec. Ciawi Kab. Tasikmalaya.
Foto Dokumentasi Kegiatan:
Pengabdian Masyarakat Ponpes Darul 26,28 Feb 2014 dan 4 Maret 2014 - Seminar dan Workshop IT Bagi Ustadz dan Santri
Peranan IT Bagi Ustadz dan Santri
Daya saing sumber daya di bidang IPTEK memang diperlukan oleh semua kalangan terutama di dunia digitalisasi, peranan IT sangan diperlukan dan harus dimiliki oleh setiap individu dalam hal ini diperlukan juga untuk para Ustadz dan Santri.
Pelaksanaan pelatihan pada tanggal 26,28 Februari 2014 dan 4 Maret 2014 bertempat di Ruang Pertemuan di Pondok Pesantren Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya. Peserta yang mengkuti pelatihan ini adalah ustadz dan santri ponpes Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya dengan jumlah seluruh perserta 20 orang pada tanggal 26,28 Februari 2014 dan 22 orang pada tanggal 4 Maret 2014.
Pelaksanaan pelatihan pada tanggal 26,28 Februari 2014 dan 4 Maret 2014 bertempat di Ruang Pertemuan di Pondok Pesantren Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya. Peserta yang mengkuti pelatihan ini adalah ustadz dan santri ponpes Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya dengan jumlah seluruh perserta 20 orang pada tanggal 26,28 Februari 2014 dan 22 orang pada tanggal 4 Maret 2014.
Tidak hanya ilmu agama yang diperlukan oleh Ustadz dan Santri akan tetapi mereka harus melek IT, "IMTAK tidak dibareng IPTEK jadi Gaptek" ujar KH Mustofa Kamal selaku pimpinan Ponpes Darul Muta'allimin Bantar Sari Kota Tasikmalaya beliau menambahkan Ustadz dan Santri Harus Bisa IT dengan IT Ustadz dan Santri tidak ketinggalan daya saing dengan lainnya
Pelaksanaan pelatihan pada tanggal 26 Februari 2014 dan 4 Maret 2014 bertempat di Ruang Pertemuan di Pondok Pesantren Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya. Peserta yang mengkuti pelatihan ini adalah ustadz dan santri ponpes Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya dengan jumlah seluruh perserta 20 orang pada tanggal 26 Februari 2014 dan 22 orang pada tanggal 4 Maret 2014. Materi dalam pelatihan ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi yaitu Microsoft Excel dan Microsoft Powerpoint.
Agung Baitul Hikmah Selaku Tutor menuturkan Pelatihan komputer untuk ustadz dan santri di lingkungan pondok pesantren Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya dimaksud untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan tentang komputer dan penggunaannya bagi manajemen pondok pesantren. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ustadz dan santri khususnya dalam memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan administrasi di Pondok Pesantren Darul Mutta’alimin.
Agung Baitul Hikmah Selaku Tutor menuturkan Pelatihan komputer untuk ustadz dan santri di lingkungan pondok pesantren Darul Mutta’alimin, Lewosari Kota Tasikmalaya dimaksud untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan tentang komputer dan penggunaannya bagi manajemen pondok pesantren. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ustadz dan santri khususnya dalam memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan administrasi di Pondok Pesantren Darul Mutta’alimin.
Foto Dokumentasi Kegiatan:
Array
ARRAY IN BORLAND C++
An
array is a series of elements of the same type placed in contiguous
memory locations that can be individually referenced by adding an index
to a unique identifier.
That
means that, for example, we can store 5 values of type int in an array
without having to declare 5 different variables, each one with a
different identifier. Instead of that, using an array we can store 5
different values of the same type, int for example, with a unique
identifier.
For example, an array to contain 5 integer values of type int called billy could be represented like this:
where
each blank panel represents an element of the array, that in this case
are integer values of type int. These elements are numbered from 0 to 4
since in arrays the first index is always 0, independently of its
length.
Like a regular variable, an array must be declared before it is used. A typical declaration for an array in C++ is:
type name [elements];
where
type is a valid type (like int, float...), name is a valid identifier
and the elements field (which is always enclosed in square brackets []),
specifies how many of these elements the array has to contain.
Therefore, in order to declare an array called billy as the one shown in the above diagram it is as simple as:
int billy [5];
|
Example
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
main()
{
int nilai[5] = {56, 67, 57, 76, 72};
int i;
clrscr();
for(i=0; i<5; i++)
{
cout<<"Nilai Array Index ke - "<<i<<" = ";
cout<<i<<endl;
}
getch();
}
Output
Sumber (Modul C++ BSI: 102:2013)






















